TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Anggaran MBG Rp249 Triliun Mengalir ke Daerah, Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat

Reporter & Editor : AY
Kamis, 30 April 2026 | 10:02 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga terbukti menjadi penggerak ekonomi daerah. Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat, ratusan triliun rupiah dari program ini mengalir langsung ke berbagai wilayah di Indonesia.


Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa dari total anggaran sebesar Rp268 triliun, sekitar Rp248 hingga Rp249 triliun didistribusikan langsung ke daerah melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).


“Dana tersebut disalurkan melalui virtual account di setiap SPPG dan dibelanjakan langsung di daerah,” ujar Dadan dalam Forum U25 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di Makassar, Selasa (28/4/2026).


Ia menjelaskan, setiap unit SPPG mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan. Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku pangan dari masyarakat setempat, sehingga menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru di daerah.


Sekitar 70 persen anggaran SPPG dialokasikan untuk pengadaan bahan pangan. Dari jumlah itu, 95 persen berasal dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan lokal.


“Ini menunjukkan bahwa program MBG sangat erat dengan kemandirian pangan daerah, karena hampir seluruh kebutuhan dipasok dari dalam wilayah itu sendiri,” jelasnya.


Sebagai contoh, di Jawa Barat saat ini terdapat sekitar 6.200 unit SPPG dengan total perputaran dana mencapai Rp6 triliun per bulan. Jumlah tersebut memberikan dampak signifikan terhadap peredaran uang di tingkat lokal.


Dadan menambahkan, aliran dana dalam skala besar ini mulai menimbulkan efek berantai bagi perekonomian daerah. Dampaknya antara lain meningkatnya permintaan komoditas pertanian, stabilisasi harga, serta meningkatnya produksi petani dan aktivitas pelaku usaha kecil.


Tidak hanya dari sisi ekonomi, BGN juga mencatat adanya perbaikan indikator sosial di sejumlah daerah. Beberapa di antaranya adalah penurunan angka kemiskinan, berkurangnya pengangguran, serta mengecilnya ketimpangan ekonomi.


“Kami menerima laporan bahwa gini ratio mulai menurun, angka kemiskinan berkurang, dan pengangguran juga turun karena uang beredar

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit