TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Bahlil Laporkan ke Prabowo: Dua Kapal Kargo Minyak Sempat Ditahan Singapura

Reporter & Editor : AY
Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:30 WIB
Ilustradi Kapal Kargo Minyak. Foto : Ist
Ilustradi Kapal Kargo Minyak. Foto : Ist

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan adanya kendala dalam proses pengiriman minyak impor yang sempat dialami Indonesia. Dua kapal kargo yang membawa minyak untuk Indonesia dilaporkan sempat ditahan di Singapura.

 

Peristiwa tersebut disampaikan Bahlil kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026).

 

Bahlil menjelaskan, minyak tersebut dibeli oleh PT Pertamina (Persero) melalui perusahaan perantara atau trader. Dua kapal pengangkut itu awalnya sudah berangkat menuju Indonesia dan bahkan telah memasuki perairan Indonesia. Namun, di tengah perjalanan keduanya diminta kembali oleh pihak terkait.

 

Menurut Bahlil, situasi tersebut mencerminkan ketatnya persaingan dalam perdagangan minyak di pasar global. Kondisi ini membuat sejumlah pihak terkadang mengabaikan prosedur perdagangan yang seharusnya dipatuhi.

 

Setelah kejadian itu, Pertamina melaporkan masalah tersebut kepada pemerintah. Pemerintah kemudian menindaklanjutinya dengan menyampaikan keberatan atau komplain kepada pihak terkait agar persoalan tersebut dapat diselesaikan.

 

Di sisi lain, Bahlil juga menegaskan bahwa Indonesia masih cukup bergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM), terutama dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Sementara itu, pasokan energi dari kawasan Timur Tengah sebagian besar masih berupa minyak mentah (crude oil).

 

Ia menjelaskan, sekitar 20 persen impor energi Indonesia berasal dari minyak mentah dari Timur Tengah. Adapun kebutuhan lainnya dipenuhi dari sejumlah negara lain seperti Angola, Nigeria, Brasil, Amerika Serikat, hingga Malaysia.

 

Untuk BBM jenis bensin, Indonesia masih banyak mengandalkan pasokan dari Singapura dan Malaysia karena keduanya memiliki kapasitas kilang yang besar di kawasan.

 

Pemerintah juga mulai membuka kontrak pasokan baru dari Amerika Serikat sebagai alternatif sumber impor. Namun, pengiriman dari negara tersebut memerlukan waktu lebih lama, yakni sekitar 40 hari. Sebagai perbandingan, pengiriman dari Timur Tengah biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu.

 

Meski demikian, pemerintah berupaya mengamankan pasokan energi melalui kontrak jangka panjang dengan berbagai negara agar kebutuhan energi nasional tetap terjamin.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit